Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) setuju untuk perpanjang masa aktif program restrukturisasi atau kemudahan credit buat debitur yang terpengaruh epidemi virus Corona (COVID-19). Program ini awalnya cuman berlaku sampai 31 Maret 2021.

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di pertemuan kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI tempo hari.

“Hingga untuk restrukturisasi kami setuju jika ini pada keadaan semacam ini harus diperpanjang. Nah ekstensi ini technically-nya, jika jatuh termin saat ini ya diperpanjang lagi,” kata Wimboh, Kamis (1/10/2020).

Berikut 4 point penting yang perlu dicatat tentang ekstensi restrukturisasi credit:

Masa aktif restrukturisasi credit yang tercantum pada Ketentuan OJK (POJK) nomor 11 tahun 2020 cuman sampai 31 Maret 2020. Tetapi, menurut Wimboh dalam ketetapan itu ekstensi dapat dilaksanakan jika dibutuhkan. Hingga, OJK tidak perlu keluarkan ketentuan baru.

“Kita yakini itu akan kita memperpanjang. Serta ekstensi itu sederhana, ya sebab dalam POJK awalnya telah ada klausul jika memang dibutuhkan dapat diperpanjang,” jelas Wimboh.

Wimboh menjelaskan, untuk resmikan ekstensi ini faksinya akan menyebut faksi perbankan supaya infonya tersampaikan jelas. Selanjutnya, faksinya akan menebarkan beberapa info supaya ekstensi restrukturisasi credit ini dilaksanakan seluruh pihak.

“Serta kami barusan diingatkan masalah kontrak, hingga kami harus berjumpa perbankan selekasnya. Kemungkinan esok jika perlu. Ini rumor otoritas kontrak apakah yang memiliki masalah? Lalu kita harus melakukan perbuatan apa? Apa kita perlu surat ke semua bank? Ya akan kita kerjakan agar tidak ada miscommunication,” terangnya.

Per 7 September 2020 lantas, realisasi restrukturisasi credit telah capai Rp 884,46 triliun dari 7,38 juta debitur. Wimboh menjelaskan, angka itu memperlihatkan ada banyak nasabah yang alami kesusahan dalam bayar kewajibannya di perbankan, hingga masih memerlukan rangsangan.

“Yang direstrukturisasi di perbankan saja Rp 880 demikian triliun, mengagumkan. Itu ialah deskripsi nasabah yang alami kesusahan. Belum juga di instansi keuangan, pembiayaan, serta pasar modal,” papar Wimboh.

Dalam webinar yang diadakan oleh Keluarga Alumni Kampus Gadjah Mada (Kagama) pada Minggu (27/9) lantas, Wimboh menjelaskan ekstensi restrukturisasi credit dapat dilaksanakan sampai setahun lagi, atau sampai 2022.

“Ini kami lagi bersiap, jika perlu kita memperpanjang setahun lagi, bukan Februari tahun kedepan. Tetapi kita memperpanjang setahun lagi sampai 2022. Tidak ada permasalahan, kami siap kerjakan itu,” kata Wimboh sama seperti yang diambil detikcom dari Youtube Kagama TV.